Jika Aku memandangi Potret ini, waktu seolah bergulir ke masa itu.
Maafkan Ayahmu ini Sayang,
Maafkan Suamimu ini Sayang,
Anakku Amy Rosyidah nan menggemaskan,
Masih sangat ingat ketika Ayah memangkuMu dan menggenggam jemari tanganMu, Halusnya KulitMu, Tatapan MataMu, SenyumMu dan TangisMu, ouuhh..... Ayah hanya bisa pasrah jika Allah yang Menghendaki semua itu.
Engkau tinggalkan AyahMu, IbuMu disaat lucu lucunya diriMu.
Kami telah kehilanganMu untuk waktu yang sangat lama.
Dan.....
Jika Engkau tahu seusai kepergian diriMu menghadap Ilahi mungkin Engkau pun pasti tak rela, MamaMu meninggalkan Ayah disaat ekonomi Ayah terpuruk.
Orang lain mungkin akan mengatakan Dunia ini Kejam,
Dunia ini Tak Adil.
Tapi AyahMu tegar dan memang beusaha untuk Tetap Tegar, walau hati ini penuh dengan darah darah sayatan pahitnya Takdir.
Ayah hanya berhaap semoga bisa bertemu denganMu kelak di Surga-Nya. Dan beharap kita bisa berkumpul lagi dan memulai babak kebahagiaan yang baru. Seijin Allah Yang Punya Kuasa.
Amiiin....
Love You My Daughter, Amy Rosyidah
